REMBUK STUNTING DESA SUWAT TAHUN 2022
Desa suwat- Pemerintah Desa Suwat menggelar Rembuk Stunting pada Kamis (7/7/2022) bertempat di Ruang Rapat Kantor Perbekel Suwat. Acara rembuk stunting dimulai pada pukul 09.00 WITA. Peserta yang Hadir dalam acara rembuk stunting ini dari unsur Kesehatan, BPD, kader pembangunan manusia, kader Posyandu,kader BKB, kader Lansia,Kelihan Dinas se Desa Suwat, Pendamping Desa dan Tenaga Ahli Kabupaten Gianyar.
Acara rembuk stunting difasilitasi oleh Desak Made Sriasih selaku Pendamping Desa Kecamatan Gianyar. “Rembuk stunting ini merupakan salah satu rangkaian pra-musyawarah Desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPdes) tahun 2023, juga menjadi amanat Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap pemerintah Desa Suwat agar memprioritaskan Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan Stunting”. Ujar Desak.
Lebih lanjut dalam sambutannya Desak menyampaikan permasalahan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh gizi anak saja, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yaitu pola asuh, ketersedian air bersih layak minum, jamban sehat dan lain-lain. Sehingga dalam penanganan dan pencegahannya pun juga harus dilakukan secara menyeluruh atau konvergen. Konvergensi ini tidak hanya pada aspek intervensi program atau kegiatannya saja namun juga konvergen dalam data sasaran, indicator pemantauan juga termasuk para pelakunya. Secara keseluruhan interevensi penanganan dan pencegahan stunting ini diklasifikasi menjadi dua jenis yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitive. Intervensi spesifik ini intervensi yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak atau sasaran 1000 HPK. Intervensi ini berkontribusi 30% suksesnya penanganan stunting. Sedangkan intervensi sensisitif yaitu intervensi dengan sasaran masyarakat umum melalui berbagai kegiatan pembangunan diluar bidang kesehatan. Intervensi ini berkontribusi 70% suksesnya penanganan stunting.
Ibu Tirta Selaku Tenaga Ahli Kabupaten Gianyar menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Desa Suwat yang telah melaksanakan rembuk stunting dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. “Rembuk stunting ini merupakan starting point penting dalam perencanaan penanganan dan pencegahan stunting. Karena Program dan kegiatan bisa berjalan baik dan mempunyai dampak/efek dalam penyelesaian masalah bermula dari perencanaan yang baik pula. Dan perencanaan yang baik dimulai dari tersedianya data dan kemampuan melakukan analisis terhadap data dan permasalahan yang muncul. Sehingga rembuk stunting ini diharapkan mampu menghadirkan data dan analisis permasalahan stunting di Desa Suwat yang selanjutnya dapat dirumuskan alternative tindakan penyelesaian masalah terkait dengan stunting yang ada di Desa ”.
Lebih lanjut KPM juga menyampaikan data permasalahan yang muncul selama pemantauan kegiatan konvergensi stunting yang telah berjalan.
Adapun hasil musyawarah atau rembuk stunting ini menyepakati beberapa usulan kegiatan penanganan stunting baik yang bersifat intervensi gizi spesifik yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak maupun intervensi gizi sensitive. Salah satu usulan yang mengemuka selain intervensi terkait kesehatan dan gizi adalah menguatkan atau merevitalisasi kembali posyandu khususnya kegiatan konselingnya, kelas pengasuhan pada kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) dan Parenting Paud.
diakhir acara rembuk stunting disepakati tiga orang perwakilan yang akan mengikuti dan menyampaikan hasil rembuk stunting ini dalam musyawarah Desa untuk perencanaan tahun 2023.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin